Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo - Blitar

Posted by Naturae on 12.27

Seminari Menengah St.Vincentius a Paulo, Garum, Blitar:
Berkesadaran Global, dan Peka Terhadap Situasi Lokal.


    Seminari Menengah St. Vincentius  a  Paulo terletak di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seperti Seminari di Indonesia kebanyakan , letak Seminari ini jauh dari keramaian kota, sehingga proses pembinaan maupun belajar mengajar  dapat dilaksanakan dengan tenang, terfokus, dan menjadi prioritas utama. Sampai saat ini, jumlah Seminaris Garum masih di atas angka 100 per tahunnya,  dan peminat untuk masuk Seminari ini masih tergolong besar.

    Seminari Menengah yang berdiri kokoh di Jalan Merdeka Timur 4-6 Garum, Blitar, Jawa Timur ini adalah salah satu dari beberapa Seminari di Indonesia yang memakai model Sekolah Berasrama (Boarding School). Dari awal berdiri sampai saat ini, tercatat sekitar 1650 siswa baik dari lulusan SMP maupun SMA/SMK  pernah belajar dan merasakan pembinaan di Seminari Menengah ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 173 orang terpanggil untuk bekerja di ladang Tuhan atau ditahbiskan menjadi Imam (79 Imam CM, 74 Imam Diosesan, 7 Imam SVD, 4 Imam Carmel, 3 Imam OSC, 2 Imam SJ, serta 1 Imam CDD, OFM, SCJ,dan SX). Seminari Menengah dengan nama pelindung St. Vincentius a Paulo  yang sekaligus menjadi jantung Keuskupan Surabaya ini telah memasuki usianya yang ke-62 pada 29 Juni 2010 lalu. Di usia yang tergolong tua ini tentu terselubung kisah-kisah panjang yang tak terlupakan, tentang sejarah sampai dengan perkembangannya  di abad ke XXI ini.

Sejarah Singkat
    SeminariMenengah pertama Keuskupan Surabaya didirikan oleh Mgr. Dr Michael Verhoeks , CM (29 juni 1948), bertempat di Paviliun Pastoran Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya sebagai bentuk realisasi dari gagasan Mgr. Dr. De Backere, CM  yang menjabat sebagai Prefek Apostolik Keuskupan Surabaya saat itu.
    Sebelumnya, sudah ada calon-calon Seminaris yang berhimpun di Kediri sejak 26 Juni 1948 atas perjuangan  Rm. Ign. Dwijasoesastra, CM. Karena pada saat itu pendudukan tentara Belanda masih genting, maka 8 calon seminaris yang berhimpun di Kediri tersebut digiring ke Surabaya dengan menempuh jalur darat selama tiga hari.
    Pada tanggal 25 Pebruari 1950, Seminari Menengah Keuskupan Surabaya di pindahkan ke Jalan Dinoyo, 42 Surabaya (Sekarang Universitas Widya Mandala) berkat perjuangan Rm. Van Bakel, CM, dan pada saat itu yang menjadi rektor pertama kali adalah Rm. H. Van Megen, CM.
    Seiring berjalannya waktu, jumlah seminaris semakin banyak, sehingga rumah di Jalan Dinoyo, 42Surabaya tidak dapat menampung seminaris lagi. Melihat realita itu, Mgr. Drs.J.A.M. Klooster, CM yang menjabat sebagai uskup Surabaya waktu itu, menugaskan Rm. Van Driel,CM untuk mencari lahan baru demi menampung para calon Imam tersebut. Akhirnya , diperolehlah sebidang tanah yang luas di daerah Garum, Blitar. Maka, dibangunlah Seminari Menengah di situ.
    Pada tanggal 1 oktober 1958, para penghuni Seminari yang ada di Jalan Dinoyo, 42 Surabaya, serentak melakukan perpindahan ke Garum, Blitar untuk menempati Seminari baru mereka dengan nama Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo.

Mengapa St.Vincentius a Paulo?
 Pendirian Seminari sejak semula merupakan harapan para Misionaris yang berkarya di wilayah Vikarit Apostolik Surabaya, sebagai puncak segala karya misi. Maka, sebagai bentuk realisasi, didirikanlah Seminari Menengah Keuskupan Surabaya oleh para Imam  Congregatio Missionis (CM) yang sangat meneladani semangat St.Vincentius a Paulo, yaitu mengikuti Yesus Kristus, melaksanakan kehendak Allah untuk mewartakan kabar gembira kepada kaum miskin dengan mengikuti tuntunan penyelenggaraan Ilahi dan mempraktekkan keutamaan-keutamaan.
    Dengan demikian Seminari yang dirintis dan didirikan oleh para Imam CM ini menjadikan nama St.Vincentius a Paulo sebagai pelindungnya, dengan harapan para pembina dan para Seminaris juga meneladani semangat St. Vincentius, terutama dalam hal mengasihi, kerendahan hati, dan melayani kaum miskin.

Status Kepemilikan
    Seminari Garum merupakan Seminari Diosesan tingkat menengah yang berada di bawah otoritas atau wewenang Uskup Surabaya. Dengan kata lain, Seminari ini milik Keuskupan Surabaya yang mempunyai tujuan untuk menyelenggarakan pembinaan bagi siswa lulusan SMP dan SMA / SMK, yang bersedia untuk terlibat dalam pelayanan rohani sebagai Imam di wilayah Keuskupan Surabaya dan Gereja Katolik pada umumnya. Karena Seminari Garum diselenggarakan oleh Keuskupan Surabaya dan didirikan untuk memenuhi tenaga Imam di Keuskupan, serta mengingat bahwa Seminari ini dirintis oleh para Imam Congregatio Missionis (CM), maka tujuan untuk memenuhi kebutuhan Imam-Imam Keuskupan dan Imam-Imam CM menjadi perhatian dan prioritas. Maka, sampai saat inipun, Staf Formator Seminari Garum diisi oleh Imam-Imam Diosesan Keuskupan Surabaya dan Imam-Imam Conggergasi Misi ( 3 Imam Dioses dan 2 Imam CM) sebagai bentuk rasa hormat atas perjuangan para pendiri serta perintis Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo ini.

Boarding School
    Sekolah berasrama (Boarding School) yang menjadi model pembinaan Seminari Garum mengakibatkan tata tertib, jadwal rutin, dan aneka fungsi hidup berasrama yang dijalani oleh para Seminaris terhubung secara utuh dan langsung dengan dinamika persekolahan formal dalam satu sistem pembinaan. Lembaga pendidikan Seminari Garum adalah SMA Katolik Seminari Garum yang berada di bawah naungan yayasan Yohanes Gabriel dan memiliki status terakreditasi A. Di sini, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum SMA dan Pasca SMA (Kelas IV dan KPA). Sedangkan, untuk pembaharuan ataupun perubahan kurikulum dapat disesuaikan dengan lingkungan Pendidikan Nasional dan Pendidikan Calon Imam, seiring dengan munculnya tantangan-tantangan baru dalam Gereja dan Masyarakat di tingkat lokal, nasional maupun global.
   
Di SMA Katolik Seminari Garum, para siswa mendapat tambahan bidang studi khusus, yaitu Bahasa Latin, Keseminarisan, Bahasa Jawa, dan Kitab Suci (Perjanjian Baru). Sedangkan untuk kelas IV dan KPA yang memakai kurikulum pasca SMA juga  mendapatkan mata pelajaran khusus, seperti Kesekretariatan , Pastoral Dasar dan Lapangan, Liturgi,  Logika, Humaniora, Katekese, Eksplorasi Pembelajaran, Dinamika Hidup Gereja, Homiletika, Community Building, Karya Tulis, Spiritualitas, Integrasi Kepribadian dan Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Selain itu, proses belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan hidup harian diselenggarakan secara otonom di kompleks Seminari ini, sehingga memudahkan bagi para seminaris untuk lebih terkonsentrasi dalam menghidupi panggilan serta nilai-nilai hidup yang diberikan oleh pihak Seminari.
    SMA Katolik Seminari Garum menyediakan dua jurusan, yaitu IPA dan IPS yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana  yang berpotensi  mendukung proses belajar mengajar, seperti Lab IPA, Rumah Kompos, Lab Bahasa, Ruang Eksplorasi, Multimedia, Ruang Kesenian, dan juga Poliklinik. Khusus untuk jurusan IPS, biasanya mengadakan studi kemasyarakatan yang terselenggara dalam acara Live In.
    Seminari Garum menerima siswa lulusan SMP dan SMA/SMK. Untuk lulusan SMP, mereka langsung masuk ke jenjang SMA, yaitu kelas X. Sedangkan untuk lulusan SMA/SMK, mereka akan masuk ke dalam Kelas Persiapan Atas (KPA) dan dibina selama satu tahun untuk kemudian bisa melanjutkan di kelas IV. Di Seminari Garum terdapat empat tingkatan, untuk tingkatan I-III adalah setara SMA, namun untuk tingkat IV adalah masa pembinaan bagi Seminaris yang ingin melanjutkan ke jalan Imamat. Masa ini biasanya digunakan untuk persiapan memilih Ordo atau Tarekat serta masa pelatihan untuk terjun langsung ke dalam kehidupan umat dengan kegiatan khasnya, yaitu berpastoral ke sekolah dan stasi yang dilakukan selama dua hari (Sabtu-Minggu).
    Selain itu, yang menjadi perhatian dalam pembinaan di Seminari Garum adalah Hidup Panggilan, Kerasulan, Kepribadian, Intelektual, dan Kerohaniam . Kelima hal ini terangkum dalam 5 aspek pembinaan Seminari, sebagai penjabaran dari arah dasar pembinaan Seminari (Sanctitas, Sanitas, dan Scientia).

Visi, Misi, dan Kekhasan
    Visi Seminari Garum adalah “Sekolah Calon Imam-Kader Gereja yang berkesadaran global dan peka terhadap situasi lokal”. Sedangkan misinya adalah   “Mewujudkan Seminari sebagai komunitas pembelajar dan pembinaan yang membentuk karakter dan kompetensi siswa, yang unggul dalam mutu pendidikan nilai, berbasis 26 nilai kunci dengan semangat visi Seminari”. Keduapuluh enam nilai kunci itu tersusun dalam ketiga dimensi pembinaan khas Seminari (Sanctitas, Sanitas, dan Scientia), yaitu Imitasio Christi, Hidup Doa, Kerendahan hati, Compassio (belarasa), Spiritualitas Vinsensius, Karakter, Ugahari, Aksi nyata, Kerja tim, Solidaritas, Pelayanan, Kritis(asah otak), Keberanian ilmiah, Eksploratif, Kontekstual, Visi hidup, Integritas, Komitmen, Discerment, Keheningan, Kesetiaan, Daya Tahan, Disiplin, Cekatan, Kepekaan masalah masyarakat sosial, dan Keteladanan.
    Visi dan misi ini merupakan pendorong, penyemangat, sekaligus petunjuk arah Seminari Garum. Fungsi ini dibutuhkan agar langkah-langkah Seminari dan pengembangannya berada dalam bingkai yang tepat, sesuai dengan panggilan gereja di tengah zaman yang terus bergerak dan memberikan tantangan bagi pertobatan dan pewartaan nilai-nilai injil.
    Selain boarding school, kekhasan Seminari Garum juga terlihat dari setiap kegiatan yang diselenggarakan demi menumbuhkembangkan Panggilan Seminaris. Kagiatan ini tersaji dalam kegiatan harian sampai tahunan, yaitu Sidang Akademi, MOS, SV Games, 17 Agustusan bersama anak-anak kampung, Bulan Kitab Suci Nasional, Bulan Bahasa, Kumpul Basis, Fancy Fair, Rekoleksi, Vincentiusan, Retret, Aksi Panggilan, Pentas Seni, Hari Orang Tua, Long March dan Camping, Upacara Tahbisan Diakon, Misa Perdana, dan Silaturahmi di hari Lebaran.
Khusus dalam bidang kerohanian, di  Seminari Garum dibentuk persekutuan doa, seperti Taize, Sadhana, Doa Mantra, Doa Koronka, dan Legio Maria. Dengan demikian, Seminari Garum bukan hanya diharapkan menjadi komunitas pembelajar saja, melainkan juga komunitas pendoa yang justru menjadi sarana perjumpaan dengan Allah, layaknya perjumpaan seorang murid dengan Sang Gurunya.
(Sumber: Buku Pedoman Seminari Menengah St.Vincentius a Paulo Keuskupan Surabaya)

Kontak:

SEMINARI MENENGAH ST. VINCENTIUS A PAULO
KEUSKUPAN SURABAYA

Jl. Merdeka Timur 4-6 Garum
Blitar 66182
PO BOX 106 Blitar 66101

Telp. (0342) 561314
Fax. (0342)  562201





Oleh Valentinus Krisdianto Wiyono

1 comments:

Comment by reni jjang on 19 September 2011 09.49

SEMANGAT

 

Poskan Komentar